Data Pengabdian Pada Masyarakat (PPM)

Teknik Kompilasi Peta Tematik untuk Peringatan Dini Bahaya Longsor di wilayah Dataran Tinggi Kab.Bandung

Pelaksana: Drs. Jupri
Fakultas: FPIPS
Jumlah Dana: 7.500.000
Tahun Pelaksanaan: 2007
Lokasi: Kab.Bandung
Khalayak Sasaran: Siswa
Produk: Jasa
Program: IPTEKS
Sumber Dana: DIKTI
Abstrak
Tanah longsor adalah suatu peristiwa geologi di mana terjadi pergerakan tanah seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Meskipun penyebab utama kejadian ini adalah gravitasi yang mempengaruhi suatu lereng yang curam, namun ada pula faktor-faktor lainnya yang turut berpengaruh: erosi yang disebabkan sungai-sungai atau gelombang laut yang menciptakan lereng-lereng yang terlalu curam, lereng dari bebatuan dan tanah diperlemah melalui saturasi yang diakibatkan hujan lebat gempa bumi menyebabkan tekanan yang mengakibatkan longsornya lereng-lereng yang lemah gunung berapi menciptakan simpanan debu yang lengang, hujan lebat dan aliran debu-debu getaran dari mesin, lalu lintas, pengunaan bahan-bahan peledak, dan bahkan petir berat yang terlalu berlebihan, misalnya dari berkumpulnya hujan atau salju. Longsor merupakan fenomena alam yang dapat dihindari, caranya dengan memahami betul potensi, kondisi, dan keadaan alam itu. Masyarakat yang paham betul akan lingkungannya sendiri maka ia sudah mempersiapkan diri untuk mencegah dan menghindari longsor. Fenomena longsor sangat dekat dengan manusia, dengan rekayasa teknologi dan pengetahuan akan kejadiannya, maka kerugian yang ditimbulkan dapat diperkecil.Kecamatan Gununghalu merupakan salah satu Kecamatan di Kabupatem Bandung yang memiliki potensi longsor yang sangat tinggi. Mengingat karakteristik wilayah Kecamatan Gununghalu umumnya bermorfologi curam, bentuk wilayah bergelombang hingga berbukit, tanah Andosol dan Latosol yang bertektur clay hingga loamy (berliat hingga berlempung) (Hardjowigeno, 2003), struktur geologi daerah cenderung labil, curah hujan tinggi, pemanfaatan lahan pertanian, fasilitas umum, dan permukiman tanpa tindakan pengelolaan lahan yang baik dan aman, wilayah ini secara keseluruhan merupakan wilayah yang sangat potensial longsor. Oleh karena itu, pemahaman masyarakatnya mengenai longsor perlu ditingkatkan. Salah satu teknologi yang dapat diterapkan untuk mendeteksi secara dini bahaya longsor adalah dengan mengenali dan memahami lokasinya melalui peta persebaran bahaya longsor di lokasinya. Agar jika terjadi longsor di kemudian hari masyarakatnya semakin peka. Mempertimbangkan fakta demikian, maka kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan, salah satunya untuk mencoba membantu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para aparat desa yang berlokasi wilayah tersebut agar mereka mampu mengidentifikasi, mewaspadai, memberi peringatan dini, dan mengantisipasi bahaya longsor melalui penerapan teknik kompilasi peta untuk peringatan dini bahaya longsor. Mengingat aparat desa merupakan aparat pemerintah yang paling dekat dengan lahan dan masyarakat potensial longsor; jumlahnya menyebar dan memadai; serta dipercaya oleh masyarakat, maka aparat desa diperhitungkan cukup efektif untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat.Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan observasi lapangan dan penyuluhan. Adapun metode setiap tahapan kegiatan adalah sebagai berikut : Wawancara, untuk memperoleh gambaran dan data tentang tingkat pengetahuan dan pemahaman khalayak sasaran terhadap bahaya longsor. Angket dan diskusi, untuk memperoleh formulasi kebutuhan aspek-aspek pengetahuan dan pemahaman yang perlu ditingkatkan. Ceramah, untuk penyampaian materi yang bersifat peniungkatan pengetahuan yang berkaitan dengan longsor Observasi lapangan, untuk memberikan pemahaman tentang apa, mengapa, bagaimana tentang longsor. Praktek, untuk memberi pemahaman tentang proses pembuatan peta lokasi yang potensial longsor di wilayah desa, serta perumusan antispasi dan pengendalian bahaya longsor.Setelah kegiatan sosialisasi dilaksanakan, maka didapat hasil bahwa sebagian besar masyarakat dapat meningkat pengetahuan dan keterampilannya dalam memahami bencana longsor. Dengan menggunakan pre-tes dan post tes maka diketahui 80% masyarakat mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Selain itu dukungan kearifan lokal yang dipegang teguh masyarakat membantu meningkatkan pemahaman tentang daerahnya yang rawan longsor.
Kata kunci: Longsor, Peta Persebaran bahaya longsor
Download FileTeknik-Kompilasi-Peta-Tematik-untuk-Peringatan-Dini-Bahaya-Longsor-di-wilayah-Dataran-Tinggi-Kab.Bandung.doc
© 2009 LPPM Universitas Pendidikan Indonesia