Data Pengabdian Pada Masyarakat (PPM)

Pengembangan Sumber Daya Wanita Mandiri Melalui Program Life skill Terpadu Bidang Agrobisnis di Kabupaten Subang

Pelaksana: Dra. Hj. Muliati, M.Pd.
Fakultas: FIP
Jumlah Dana: Rp. 13.500.000,-
Tahun Pelaksanaan: 2010
Lokasi: Kab. Subang
Khalayak Sasaran: Wanita putus sekolah yang tidak berkerja
Produk: Jasa
Program: PPM Dikmas
Sumber Dana: UTU UPI
AbstrakKawasan Kabupaten Subang sebagai sebuah lokasi binaan yang pantas dan cocok untuk dikembangkan sesuai potensi sumber daya lokal dengan perbatasan dan pengembangan pemukiman baru dan migrasi penduduk desa dari daerah lain di sekitarnya, tengah menunjukkan sebagai sebuah kawasan pertumbuhan yang dinamik, dengan indikator kompleks pertumbuhan seperti pertanian, industri, niaga, kerajinan, dan sebagainya. Akan tetapi dibalik hiruk pikuk dinamika pertumbuhan yang terus melaju, masih dapat dilihat potensi asli warga setempatnya, yang tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan. Gambaran itu menyisakan jumlah pengangguran tenaga produktif dan sumber daya wanita mandiri di Kabupaten Subang.
Disadari atau tidak, sekalipun putus sekolah, golongan sumber daya wanita mandiri ini pun pada dasarnya merupakan salah satu komponen sumber daya potensial masyarakat yang dapat didayagunakan secara positif dan produktif bagi keperluan pembangunan masyarakatnya. Untuk itu Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPI sedang giat malaksanakan model program-program Pemberdayaan Potensi Sumber Daya Wanita Mandiri, khususnya yang berkenaan dengan model-model program yang cocok dengan karakter sasaran maupun potensi lokal, dengan harapan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat yang membutuhkan layanan Pendidikan Luar Sekolah.
Pemikiran tersebut tidak lepas dengan program-program yang tengah diupayakan pemerintah, bahwa pendidikan harus berbasis pada masyarakat dan harus relevan dengan kebutuhan masyarakat (Community-Based and Broad-Based Education). Pendidikan dilaksanakan oleh masyarakat, melalui berbagai bentuk lembaga pendidikan yang tumbuh di masyarakat, dengan difasilitasi oleh pemerintah, pemda dan pemerintah desa. Menggunakan prinsip transparasi dalam informasi, perencanaan holistik, kemitraan dalam implementasi, sistem monev yang memberdayakan, kecepatan, kemudahan dan fleksibilitas dalam penyaluran dan penggunaan dana, dan akuntabilitas piblik.
Diperlukan keberadaannya, karena berkaitan dengan pemanfaatan teknologi, pemasaran hasil produksi peserta pelatihan, penyaluran lulusan dan permodalan paska pelatihan. Mitra kerja yang dipilih berdasarkan pertimbangan pada kemampuan, pengalamannya dan profesional.
Instruktur atau nara sumber atau tenaga ahli yang dilibatkan dalam program ini adalah para tenaga yang telah berpengalaman dibidangnya. Berasal dari kalangan praktisi (dunia usaha) atau teoritis (Perguruan Tinggi). Selain para dosen Universitas Pendidikan Indonesia, juga merekrut tenaga pengajar bidang manajemen, kewirausahaan, dan lainnya, melibatkan praktisi pengusaha/pengelola agrobisnis terpadu, dinas/instansi terkait. Selain berkapasitas tenaga pengajar dengan berbagai pengalaman praktis teknis, juga menjadi penting karena mereka berkapasitas sebagai pengusaha inti yang akan bermitra dengan calon plasma peserta pelatihan.
Download FilePengembangan-Sumber-Daya-Wanita-Mandiri-Melalui-Program-Life-skill-Terpadu-Bidang-Agrobisnis-di-Kabupaten-Subang.doc
© 2009 LPPM Universitas Pendidikan Indonesia